Ayo Dukung dan Sukseskan Sensus Ekonomi Tahun 2016

Dalam melaksanakan amanat Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik, Badan Pusat Statistik harus melaksanakan tiga sensus, yakni Sensus Penduduk, Sensus Ekonomi dan Sensus Pertanian. Sebagai pengemban amanat ini, pada tahun 2016, BPS akan melaksanakan Sensus Ekonomi yang merupakan upaya mengumpulkan dan menyajikan data dasar seluruh kegiatan ekonomi, kecuali sektor pertanian. Hal ini diharapkan dapat dijadikan sebagai landasan bagi penyusunan kebijakan, perencanaan dan evaluasi pembangunan.

Mengapa Sensus Ekonomi harus dilakukan?Setiap keputusan harus diambil berdasarkan informasi yang valid dan akurat. Sensus Ekonomi dilaksanakan untuk mendapatkan informasi potret utuh perekonomian bangsa, sebagai landasan penyusunan kebijakan dan perencanaan pembangunan nasional maupun regional.
Pendataan seluruh sektor usaha secara menyeluruh (selain sektor pertanian) akan mampu menghasilkan gambaran lengkap tentang level dan struktur ekonomi non-pertanian, berikut informasi dasar dan karakteristiknya. Selain itu juga akan diketahui daya saing bisnis di Indonesia, serta penyediaan kebutuhan informasi usaha.

Metode Pendataan Sensus Ekonomi 2016

  1. Metode listing usaha/Perusahaan:
    Pencacahan dilakukan di seluruh wilayah NKRI, mencakup seluruh usaha ekonomi.
  2. Metode Pendataan Karakteristik Usaha Mikro
    Pencacahan dilakukan secara sampel berdasarkan frame hasil listing SE2016
  3. Metode Pendataan karakteristik Usaha Menenengah Besar
    Dilakukan secara sensus untuk Seluruh usaha/perusahaan dengan skala usaha menengah dan besar

Cakupan Sensus Ekonomi 2016

Seluruh usaha/perusahaan non pertanian: 
  • Di lokasi tetap/permanen (mall, kantor, pasar, dll)
  • Di lokasi tidak tetap (kaki lima, pasar kaget, dll)
  • Usaha keliling
  • Di rumah tangga (warung)
Pelaku usaha: 
  • Pemerintah (sekolah, rumah sakit)
  • Lembaga nonprofit (tempat ibadah, organisasi sosial)
  • Korporasi (perusahaan, restoran, supermarket, hotel)
  • Di rumah tangga (online, sektor nonformal)

Usaha Pada Sektor Apa Saja yang Akan Didata Dalam Sensus Ekonomi 2016?

  • Pertambangan dan penggalian
  • Industri Pengolahan
  • Pengadaan Listrik, gas, uap/air panas dan udara dingin
  • Pengadaan Air, pengelolaan sampah dan daur ulang, pembuanagn dan pembersihan limbah dan sampah
  • Konstruksi
  • Perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan mobil motor
  • Transportasi dan pergudangan
  • Penyediaan akomodasi dan penyediaan makan minum
  • Informasi dan komunikasi
  • Jasa keuangan dan asuransi
  • Real estate
  • Jasa profesional, ilmiah dan teknis
  • Jasa persewaan, ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang usaha lainnya
  • Jasa pendidikan
  • Jasa kesehatan dan kegiatan sosial
  • Kebudayaan, hiburan, dan rekreasi
  • Kegiatan jasa lainnya
  • Jasa perorangan yang melayani rumah tangga
  • Kegiatan badan dan organisasi internasional

Apa yang Diperoleh Dari Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2016?

  • Pemetaan potensi (level) ekonomi menurut wilayah, jenis dan pelaku usaha
  • Benchmarking PDB/PDRB, ketenagakerjaan, dan lain-lain
  • Tersedianya sampling frame untuk berbagai kegiatan survei bidang ekonomi (Survei Harga, Survei Produksi, Survei Distribusi, Survei Jasa, Survei Khusu/adhoc, dsb)
  • Terbangunnya basis data dan benchmark Updating Integrated Business Register (IBR)
  • Karakteristik usaha menurut skala usaha
  • Karakteristik usaha (unik): franchise, e-commerce/online business, multilevel marketing, dll.
  • Pemetaan daya saing bisnis menurut wilayah
  • Tinjauan prospek bisnis dan perencanaan investasi di Indonesia

Makna Logo Sensus Ekonomi 2016?

  1. Bentuk Dasar Segi Enam, Melambangkan Sensus Ekonomi dilaksanakan setiap 10 tahun pada tahun dengan digit akhir 6
  2. Tulisan Sensus Ekonomi disingkat SE, Menunjukkan nama kegiatan
  3. Tulisan 2016, menunjukkan tahun pelaksanaan kegiatan utama
  4. Warna Oranye, Bermakna kegiatan ekonomi yang semarak. Sebuah antusiasme menyambut hajatan besar sepuluh tahunan dalam bidang ekonomi dan diharapkan dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia.
  5. Warna kuning, untuk menarik perhatian setiap orang yang melihat dan mudah diingat.
  6. Warna hitam, melambangkan kekuatan dan determinasi untuk menghasilkan data statistik idang ekonomi yang sangat beragam, hasil dari penyusunan dengan metodologi terkini dan memperhatikan berbagai masukan sehingga hasilnya menjadi data statistik ekonomi Indonesia untuk dasar perencanaan dan evaluasi kebijakan pemerintah, pengusaha, dan masyarakat
  7. Warna merah, menggambarkan semangat untuk menghasilkan data akurat dan terpercata melalui pelaksanaan SE2016

Sumber: bps.go.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *