PERAYAAN ISRA MI’RAJ DESA MASAWAH KABUPATEN PANGANDARAN

Berita Desa

Isra Mi’raj Nabi Muhammad jatuh pada Rabu (03/03/2019), umat Islam di seluruh dunia memperingati perjalanan Nabi Muhammad SAW hingga mendapatkan perintah untuk Shalat 5 waktu. Isra Mi’raj adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW pada malam hari yang dilakukan dengan tujuan menerima wahyu dari Allah SWT yaitu berupa shalat. Shalat lima waktu yang merupakan rukun Islam kedua dan wajib dijalankan oleh seluruh umat Islam.

Isra Mi’raj adalah sebuah peristiwa yang sangat dihormati oleh kaum Muslim di seluruh dunia. Memperingati Isra Mi’raj dilakukan sebagai bentuk refleksi diri terhadap kualitas ibadah. Sarana evaluasi diri bagi setiap muslim untuk mengevaluasi dirinya terhadap peningkatan ibadahnya. Isra merupakan kisah perjalanan Nabi Muhammad dari Masjidil Haram di Mekkah ke Masjidil Aqsha di Yerussalem. Sedangkan Mi’raj merupakan kisah perjalanan Nabi Muhammad dari bumi naik ke langit ketujuh dan dilanjutkan ke Sidratul Muntaha (akhir penggapaian) untuk menerima perintah Allah SWT menjalankan salat lima waktu dalam sehari semalam.

Masyarakat di sejumlah daerah di Indonesia memiliki beberapa cara tersendiri dalam memperingati hari Isra Mi’raj. Tradisi yang telah menjadi ciri khas peringatan Isra Mi’raj dari masing-masing daerah. Salah satunya ada di Kabupaten Pangandaran. Kabupaten Pangandaran merupakan kabupaten yang sebagian besar penduduknya ikut serta memperingati perayaan Isra Mi’raj. Mayoritas penduduknya beragama Islam. Hampir di setiap desa atau kecamatan yang ada di Kabupaten Pangandaran mengadakan acara peringatan Isra Mi’raj tersebut. Banyak lembaga, organisasi, komunitas di setiap wilayah di Kabupaten Pangadaran ikut serta memeriahkan Isra Mi’raj.

Begitu pun halnya dengan Desa Masawah, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran, Provinsi Jawa Barat. Desa Masawah adalah sebuah desa yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Dapat dikatakan seratus persen seluruh penduduknya memeluk agama Islam. Sebagai desa yang semua penduduknya muslim, ‘Rajaban’ istilah perayaan Isra Mi’raj di Desa Masawah, merupakan kegiatan yang sudah biasa dilaksanakan ketika bulan Rajab tiba. Rajaban sudah menjadi tradisi yang menjadi ciri khas warga Desa Masawah dalam menyambut Isra Mi’raj. Rajaban menjadi sebuah agenda yang tidak bisa dilewatkan oleh penduduk Desa Masawah dalam memperingati Isra Mi’raj.

Peringatan Rajaban di Desa Masawah biasanya dilaksanakan oleh masing-masing DKM atau Dewan Kemakmuran Mesjid yang tesebar di lima dusun yang ada di Desa Masawah. Ada 8 DKM yang akan melaksanakan acara Isra Mi’raj di Desa Masawah. Jumlah tersebut bisa bertambah apabila ada DKM lain, disamping DKM induk, ikut juga menyelenggarakan Rajaban. Masing-masing DKM akan mengajukan jadwal pelaksanaan Rajaban ke pihak Majelis Ulama Indonesia atau MUI Desa Masawah. Hal itu dilakukan agar pelaksanaan Rajaban dari masing-masing DKM tidak menemui jadwal yang saling berbenturan. Itu dimaksudkan demi terjaganya waktu dan jadwal yang teratur. Sehingga setiap warga dapat saling mengunjungi dan menghadiri acara Rajaban di setiap DKM.

Pada umumnya, agenda utama yang dilakukan di dalam acara Rajaban adalah pengajian, yaitu dakwah atau tabligh. Pengajian itu akan mengundang tamu sebagai mubaligh untuk menyampaikan pidato, dakwah dan tablighnya di masing-masing wilayah atau lokasi yang melaksanakan Rajaban. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, bahwa peringatan Rajaban dilaksanakan agar kita sebagai umat manusia mampu mengevaluasi diri demi peningkatan kualitas ibadah kita. Selain itu, dilaksanakan pula kegiatan yang menampilkan seni dan kreatifitas warga, baik bapak-bapak, ibu-ibu, maupun anak-anak di atas panggung sebelum acara inti dilaksanakan. Kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan pelajaran dan pendidikan bagi setiap warga agar dapat memahami dan menghayati makna Isra Mi’raj dengan baik.

Itulah tradisi peringatan Isra Mi’raj di Desa Masawah, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran, sederhana, berkelanjutan, dan memiliki makna yang dalam. Dan sudah sepatutnya kita sebagai umat Islam harus senantiasa ingat akan peristiwa Isra Mi’raj. Sebab itu adalah peristiwa dimana perintah shalat itu turun. Sudahkah kita semua mengambil hikmah dan makna dari setiap peringatan. Khususnya Isra Mi’raj?

Yuk! Memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *