Desa Masawah Meraih Juara ke-1 Pengelolaan Media Sosial Tingkat Desa

Menjelang satu tahun kepemimpinan Ridwan Kamil-Uu (Rindu), Biro Humas dan Keprotokolan Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat merefleksikannya dalam acara Piala Humas Jabar pada 9 Agustus 2019 di Trans Luxury Hotel Kota Bandung.

Dalam ajang Piala Humas Jabar 2019 ini, Desa Masawah berhasil meraih penghargaan juara ke-1 dalam kategori Pengelolaan Media Sosial Tingkat Desa (@desamasawah). Penghargaan bagi Desa Masawah ini merupakan bentuk eksistensi Pemerintah Desa Masawah dan akan senantiasa terus menerus bekerja keras dalam mengisi ruang informasi publik terkait hal yang sudah dilakukan.

Semoga dengan penghargaan yang diraih ini Pemerintah Desa Masawah khususnya para admin Media Sosial dan Website dapat terus berinovasi sesuai dengan perkembangan zaman dan teknologi serta memiliki karakter yang adaptif, kreatif, responsif, berwawasan global, adanya agenda perencanaan yang baik, memelihara komunikasi yang baik, menekankan moral dan perilaku yang baik, sehingga dapat terus menjunjung tinggi dan menjaga nama baik Desa Masawah.

Sebagaimana dikutip dari http://humas.jabarprov.go.id/, menurut Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI Rosarita Niken Widiastuti pada saat menjadi pembicara PR Summit dalam acara Piala Humas Jabar 2019 di The Trans Luxury Hotel, Kota Bandung, Jumat (9/8/19), mengatakan bahwa kinerja pemerintah tidak akan bermakna apabila tidak disampaikan dengan baik kepada publik. Walaupun pemerintah sudah bekerja keras, tetapi kalau tidak disampaikan kepada masyarakat maka masyarakat juga tidak mengetahui apa yang dilakukan oleh pemerintah. Masalah informasi dan komunikasi ini menjadi hal yang sangat penting sekali.

Kepala Pusat Penerangan Sekretariat Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI Aang Bachtiar menjelaskan, saat ini, pihak Kemendagri tengah melakukan pemetaan informasi. Artinya, informasi terkait pemerintah pusat sampai pemerintah daerah akan sama. Jangan sampai (informasi) ke tingkat pusat berbeda. Tentunya ini ada tanda tanya besar, bagaimana pola komunikasi antara pusat dan daerah dalam pendidikan data-data yang harus disajikan dengan baik dan benar,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *