CIAMIS, (PRLM).- Penderita diare di wilayah Ciamis selatan khususnya di Kecamatan Cimerak dan Parigi, terus bertambah hingga dinyatakan sebagai kejadian luar biasa (KLB). Hingga Minggu (24/1) tercatat penderita diare mencapai 262 orang, warga Cimerak 222 orang dan Parigi 40 orang. Sementara itu puluhan penderita masih mendapat perawatan di Puskesmas.


“Jumlah tersebut merupakan data terakhir pukul 13.30 WIB. Saat ini ada 98 penderita yang masih dirawat di Puskesmas setempat, dan delapan di RSU Ciamis. Kami terus melakukan pemantauan dan mengambil langkah antisipasi,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kab.Ciamis Dandy R Sukardjo.


Dinkes Ciamis, lanjutnya, juga telah menyatakan diare tersebut sebagai kasus KLB terutama di tiga desa yakni Cimerak, Sukajaya dan Masawah. Untuk menangani kasus tersebut, pihaknya menyiagakan seluruh tenaga kesehatan di Puskesmas Cimerak, Parigi dan Pangandaran. Selain itu juga menambah tenaga bantuan dari Dinkes Ciamis. Termasuk menyiagakan mobil ambulans di tiga tempat tersebut.


Tindakan lain sebagai penanggulangan sekaligus pencegahan dengan menambah persedian oralit di Puskesmas serta melakukan tindakan kaporitisasi atau memberi kaporit pada sumber air yang diduga menjadi penyebab diare.


“Petugas siaga 24 jam. Berdasarkan kesimpulan sementara mereka terserang diare murni. Memang ada beberapa yang muntah, namun jumlahnya tidak banyak,” tuturnya seraya menambahkan terus mengkampanyekan pola hidup bersih.


Disebutkan, serangan diare di wilayah Ciamis selatan, khususnya Cimerak dan parigi mulai terjangkit pada hari Selasa (19/1). Dalam waktu singkat, yakni Jumat (22/1) sore meningkat menjadi 116 penderita. Sedangkan hari Minggu (24/1) sudah mencapai 262 orang.


Dari 262 penderita dua di antaranya meninggal dunia yakni Farid (9) Warga Dusun Pareyang, Desa Sukajaya dan Mislan (60) warga Dusun Cidadap, Desa Cimerak.


“Rata-rata yang terkena diare berusia anak-anak dan remaja. Berdasarkan keterngan pasien, sebelumnya mereka minum es teh dan makan rambutan. Meski demikian, kami masih terus melakukan penelitian, dari mana sumber penyebaran diare tersebut. Apakah dari lingkungan atau makanan,” tambah Dandy. (A-101/das)***


Sumber : Pikiran Rakyat Minggu, 24 Januari 2010 , 20:43:00

1 Komentar pada “Diare di Ciamis Selatan Meluas, 262 Orang Terserang”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *