Peringatan Nuzulul Qur’an 1438 H di Masjid At Taqwa Dusun Masawah

MASAWAH- Minggu (11/6) malam setelah pelaksanaan shalat Tarawih selesai diselenggarakan Peringatan Nuzulul Qur’an 1438 H/2017 M bertempat di Masjid At Taqwa Dusun Masawah Desa Masawah.

Pada peringatan Nuzulul Qur’an kali ini dihadiri oleh unsur dari MUI Desa, unsur perangkat Desa, unsur anggota BPD, tokoh agama dan jamaah masjid At Taqwa Dusun Masawah. Bertindak sebagai penceramah yaitu Wakil Ketua BPD Desa Masawah.

Dalam ceramahnya Wakil Ketua BPD H. Awan Suwanda menyampaikan bahwa Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW secara berangsur-angsur dalam jangka waktu 22 tahun 2 bulan 22 hari. Kenapa Al-Qur’an diturunkan secara berangsur-angsur …? yaitu agar cepat dimengerti dan gampang menghapalnya. Al-Qur’an memiliki nama yang tidak sedikit. Nama-nama lain dari Al-Qur’an diantaranya yaitu:

  1. Al-Qur’an; artinya bacaan.
    Nama Al-Qur’an disebutkan dalam surah Al-isra’ ayat 9: “Sesungguhnya Al Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih Lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu’min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar.” (QS. Al-Isra’:9).
  2. Al-Kitab; artinya Buku.
    Nama Al-Kitab disebutkan dalam surah Al Baqarah ayat 2: “Inilah Al Kitab yang tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang bertaqwa.” (QS. Al-Baqarah: 2).
  3. Al-Furqan; artinya pembeda antara yang hak dan yang batil.
    Nama Al-Furqan disebutkan dalam surah Al-furqan ayat 1:  “Maha suci Allah yang telah menurunkan Al-Furqan kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam.” (QS. Al Furqaan: 1).
  4. Ad-Dzikru; artinya pemberi peringatan.
    Nama Ad-Dzikru disebutkan dalam surah Al-hijr ayat 9:  “Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Adzikru, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.” (QS. Al Hijr: 9)

Beberapa cara turunnya Al Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW, antara lain:

  1. Malaikat memasukkan wahyu ke dalam hati Nabi Muhammad SAW.
  2. Malaikat Jibril menampakkan dirinya kepada Nabi berupa seorang  laki-laki. Malaikat mengucapkan kata-kata kepada Nabi sehingga beliau  benar-benar hafal kata-kata tersebut.
  3. Wahyu datang ke Nabi Muhammad SAW seperti gemerincing lonceng. Cara ini merupakan yang sangat berat bagi Nabi. Beliau sampai mengucurkan keringat meskipun wahyu itu turun pada musim dingin. Apabila beliau sedang mengendarai unta, unta tersebut akan berhenti dan duduk karena merasa berat.
  4. Malaikat menampakkan bentuk aslinya kepada Nabi Muhammad SAW.

Usai mendengarkan ceramah, kemudian dilanjutkan dengan tahlil dan pembacaan Al-Qur’an 30 Juz secara bersama-sama.

Berita Desa