Gubernur Jabar Ridwan Kamil memastikan komitmen seluruh pihak untuk tidak lagi mengubah trase Tol Cigatas. Karena itu pihaknya mengundang kepala daerah dan perwakilan untuk merumuskan bersama penetapan trase. “Rapat hari ini memastikan trase tak boleh berubah-ubah lagi. Karena penlok ada di saya,” tuturnya di Gedung Sate, Bandung, Rabu (25/9/2019).

Pihaknya akan menunggu pengajuan penlok setelah pihak Kementerian PUPR tuntas mengunci trase. Namun dia memastikan secara umum rencana pembangunan Tol Cigatas 90% arahnya positif untuk dikebut.

“Alhamdulillah sesuai progres jadi tahap I dari Gedebage kemudian Kabupaten Bandung, Garut, sampai Tasikmalaya. Kemudian lanjut tahap II Tasikmalaya Banjar Pangandaran sampai Cilacap,” katanya.

Menurutnya pengalihan rute mendekat ke Pangandaran tepatnya di wilayah Patimuan diputuskan agar ada akses tol ke Pangandaran sebagai destinasi wisata juga rencana menjadi kawasan ekonomi khusus (KEK).  “Didekatkan ke Pangandaran, jadi tidak ada exit mendekati Pangandaran, di [Patimuan] Kalipeucang 17 km dari Pangandaran,” paparnya.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) segera mengunci trase tol Gedebage-Garut-Tasikmalaya-Banjar-Cilacap seusai mengakomodasi usulan daerah yang dilalui tol bernama Cigatas tersebut.

Direktur Jalan Bebas Hambatan dan Perkotaan Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR Hedy Rahadian mengatakan pihaknya memiliki target tol tersebut tahap I Gedebage-Tasikmalaya bisa beroperasi pada 2024. Karena itu pihaknya bersama Pemprov Jawa Barat mengumpulkan kepala daerah Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Garut, Tasikmalaya hingga Ciamis untuk membahas trase.

“Berdasarkan target itulah persiapan dokumen [trase] ini harus selesai. Terutama trase, jadi hari ini khusus kami bicara dua hal trase dan akses dengan para pemangku kepentingan karena itu penting,” katanya usai rapat Tol Cigatas di Gedung Sate, Bandung, Rabu (25/9).

Menurutnya setelah pihaknya mengunci trase, maka urusan selanjutnya adalah mendetilkan kebutuhan lahan yang dipastikan memakan waktu dan energi cukup lama. Jika trase terus berubah-ubah, proyek ini dinilai akan jalan di tempat dan tidak menunjukan kemajuan. “Kami bertemu dengan fasilitasi Gubernur [Ridwan Kamil] untuk memastikan fix trase dan aksesnya,” ujarnya.

Dalam rapat diakui Hedy muncul beberapa permintaan dari daerah terutama dari Kabupaten Bandung, dan Tasikmalaya. Namun, menurutnya permintaan tersebut bersifat minor dan tidak mengganggu rencana pihaknya mengunci segera trase Cigatas. “Ada beberapa isu yang minor saya kira, tapi kita sudah ada titik temunya,Inshaallah dalam seminggu ini sudah bisa kita finalkan,” paparnya.

Sumber: bisnis.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *